Rabu, 13 Oktober 2010

SELAMAT MALAM, BISMA

Negeri kuru ini akan punah tanpa kehadiran sang Brahmana penyambung lidah
menyambung janin berbenih generasi adopsi
undanglah putra sang resi Palasara,
katakan pil KB itu hanya menyesakan moral sesaat untuk menghadirkan putra-putra penggali kuru setra

Bisma keteguhan hati sang brahmacar meronta dalam kebimbangan
namun dosa tetaplah umpatan kata-kata ingkar
dewi Gandawati merintih
matanya nanar telah menciptakan bencana bagi masa depan
dalam kesempurnaan yang selalu retak termakan umpat
pada siapa menciptakan sejarah

Sajak : DG Kumarsana DALAM TUBUH YANG ASING

Lewat bahasa angin engkau sempurnakan lenguhanku
kamar ini menciptakan pergulatan
semu
dalam keterasingan tubuhmu kian dangkal terucap
tak ada kata dalam persimpangan
suaramu hanyalah sengak angin malam yang memabokan
lewat keterasingan adalah bau cuka yang memberi rasa anggur
meleleh dalam zat yang engkau campurkan dalam kedahagaan tak sampai

Lewat bahasa angin engkau bersiul
melabuhkan penat di urat nadiku

dan aku :
-berusaha menggambar arah angin dalam perputaran waktu
yang tak habis-habis menyisakan lenguh
aku tak berdaya
menjamah dosa selintas